Santri tak kenal kata pilu, selalu mandiri dalam hidup tanpa kehadiran ibu hanya nasihatnya yang nyata, walau santri terkadang sendiri, tetap membawa jati diri, bersinar bagai mentari seperti pedoman yang santri punya kalam illahi itu lah
Santri berlari untuk prestasi sampai tak tahu ada badai, santri menari untuk selalu serasi dalam segala kreasi, selalu siap berdiri untuk keadilan yang hakiki tak mau di tindas atas keliruan yang perlu di luruska, selalu siap mencari keindahan dalam relasi
Santri berjalan menapak suci, walau di tengah jalan berduri, sepanjang jalan yang di lewatinya juga tak kenal kata sakit karna bangkit akan agamanya, pantang mencuri, walau sebutir nasi
Santri berjalan menapak suci, walau di tengah jalan berduri, sepanjang jalan yang di lewatinya juga tak kenal kata sakit karna bangkit akan agamanya, pantang mencuri, walau sebutir nasi
Santri tak akan dengki, untuk setiap cinta yang terpatri, tak pernah iri, pada tiap pesona dalam pelangi
santri hadir menyusuri hari-hari menghadirkan ketenangan dalam hati, memupuk kasih di sanubari tak mengedepankan pribadi, itu lah santri dalam bungkus yang tak akan di buka oleh siapa pun, tetapi di nanti siapa saja!
santri hadir menyusuri hari-hari menghadirkan ketenangan dalam hati, memupuk kasih di sanubari tak mengedepankan pribadi, itu lah santri dalam bungkus yang tak akan di buka oleh siapa pun, tetapi di nanti siapa saja!
santri siap menjadi perisai, sebagai cinta untuk negeri, siap menjadi pendiri, dalam indah ragam kreasi, karena santri berjuang untuk damai, pada pelosok-pelosok sepi, pada kota-kota ramai, demi bangsa
karna santri tak perlu tangisan! bisa dihapus dengan segala pengalaman yang indah
yang pastinya akan bersama teman seperjuanganya
terima kasih untuk pengalaman tak kenal kata pilu

Waaah bagus bgt ka kaliva kata"nya
BalasHapusGwe nilai 85 lah
BalasHapus